Kamis, 04 September 2008
Tersesat.
Apa aku harus diam di tengah hutan? hanya meratapi nasib bahwa aku tersesat di hutan, inilah tempat tinggal aku, TIDAK!!! aku harus mencari jalan keluar mencari jalan yang ingin aku capai, aku yakin dengan kekuatanku ini aku bisa keluar dan tidak tersesat tapi aku harus berjalan dari mana apakah ambil jalan yang berbelok kiri atau yang berbelok kanan ? aku tidak tahu harus berjalan ke arah mana, yang aku tahu pasti ke dua menpunyai bahaya yang sama kalau tidak ketemu macan, beruang atau binatang atau aku menemukan jalan buntu yang terletak di pinggir jurang.
Semua pilihan pasti ada resiko tinggal bagaimana aku yang menentukan, aku berdiam diri tetap tersesat atau berjalan sampai keluar dari hutan belantara walaupun penuh resiko yang butuh pengorbanan segala daya upaya. hmmm.... aku tersesat.
Selasa, 15 Juli 2008
Pagi
Ketika pagi datang aku masih tertidur, aku tidak bisa menyapa pagi, mungkin ini dikarena pagi yang tidak indah lagi seperti yang diceritakan kakek dan nenek, datangnya pagi diikuti suara burung yang berkicau, embun yang mengalir dari dedaunan.
Kemanakah pagi yang seperti itu ? aku tidak merasakannya, aku bangun pagi bukan karena ingin menikmati pagi, tapi karena keharusan aku dalam menajalani runtinitas aku yang telah membelenggu kehidupan, aku ingin bangun pagi tanpa diganggu, aktivitas, aku ingin bangun pagi dengan kebebasan bukan keharusan, setiap bangun, aku seperti menjalani kehidupan yang telah digariskan orang lain. Dimanakah kebebasan aku sebagai manusia, ketika bangun aku menghadapi masalah, lebih baik aku tidur dengan lebih lama, dengan hidup penuh mimpi, karena bermimpi lebih indah darim kenyataan.